Author Archives: Leni

Mengenal Apa Itu Endorsement, Fungsinya, dan Biayanya

EndorsementDalam dunia penerbangan sering kali terdengar istilah-istilah asing, salah satunya endorsement. Bagi orang awam, istilah asing tersebut masih harus mencari banyak sumber supaya bisa memahaminya dengan baik. Jika Anda juga merasa demikian, Anda bisa simak uraian berikut ini yang membahas tentang endorsement secara sederhana dan mudah dipahami:

Apa itu endorsement

Endorsement adalah suatu pelatihan atau kursus bagi seorang pilot ketika sudah lulus dari sekolah pilot asing. Pelatihan tersebut diwajibkan bagi mereka yang menempuh pendidikan di sekolah pilot asing tapi pulang ke Indonesia untuk meniti karir. Dengan kata lain, para cadet pilot yang melanjutkan sekolah pilot ke luar negeri bisa jadi karena pendidikannya yang lebih singkat (kurang lebih satu tahun) ketika kembali ke tanah air harus mengikuti ujian penerbangan sesuai dengan standar negara Indonesia.

Sementara durasi pelatihan itu sendiri pada umumnya berlangsung hingga 1 sampai 3 bulan. Akan tetapi, durasi pelatihan juga tidak dapat dipastikan dengan baik mengingat kondisi cuaca terkadang tidak stabil yang mana membuat pilot harus menunda pelatihannya. Kesimpulannya endorsement adalah ujian kemampuan para pilot yang menyelesaikan pendidikan di luar negeri tapi ingin meniti karirnya di Indonesia, dengan ujian tersebut diharapkan kapabilitas yang dimiliki seorang pilot dapat setara dengan standar yang ditetapkan di Indonesia.

Apa fungsinya?

Seperti yang terdapat pada uraian di atas bahwa tujuan daripada endorsement adalah untuk memastikan kemampuan terbang pilot sesuai dengan standart negara di Indonesia. Hal ini dikarenakan pendidikan yang ditempuh pada setiap negara berbeda, jadi untuk memastikan kemampuan yang diraih di sekolah pilot sudah memenuhi kapabilitas yang ditetapkan. Biasanya sekolah luar negeri yang dipilih juga harus terdaftar di ICAO (International Civil Aviation Organization).

Namun, jika seorang pilot yang belajar di sekolah penerbangan luar negeri dan melamar di airline di mana tempat pendidikan ditempuh, seorang pilot tidak mesti mengikuti endorsement karena pendidikan yang dijalankan telah sesuai dengan standar negara itu sendiri. Sebagai contoh, Anda menempuh pendidikan sekolah pilot di Filipina, tentunya tidak perlu mengikuti endorsement karena pendidikan yang Anda tempuh sudah sesuai dengan standar negara tersebut. Namun jika ingin melamar di maskapai Indonesia, harus mengikut ujian dulu untuk melihat kemampuan yang Anda miliki apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara Indonesia atau belum. Tentu saja di setiap negara punya standar kapabilitas yang berbeda, oleh karena itulah endorsement ini dilakukan.

Berapa biayanya?

Kursus atau pelatihan penerbangan yang diikuti oleh pilot supaya bisa diterima bekerja di airline umumnya memerlukan biaya yang cukup tinggi meski tidak semahal pendidikan di sekolah pilot. Biayanya yaitu berkisar dari USD 5.500 hingga USD 9.000 atau sekitar IDR 76.000.000 sampai IDR 125.000.000. Biaya tersebut mau tidak mau harus disiapkan bila ingin meniti karir di negara Indonesia dan ujian ini wajib diikuti oleh semua pilot yang lulusan dari luar negeri tapi ingin bekerja di Indonesia. Melihat durasi pelatihan yang berlangsung begitu singkat, tidak menutup kemungkinan peluang diterima bekerja di airline juga relatif cepat sehingga sangat memungkinkan menerima bayaran dan bisa mengembalikan modal untuk menjadi seorang pilot.

Memilih sekolah pilot di luar negeri memang lebih menggiurkan karena bisa melatih kemampuan berhasa Inggris lebih lincah, mendapat banyak relasi, memperoleh pengetahuan lebih luas, membayar biaya pendidikan lebih murah, dan yang pastinya sangat memungkinkan menempuh pendidikan dalam waktu yang sangat singkat. Namun sayangnya, tetap harus mengikuti ujian atau endorsement jika kembali ke tanah air Indonesia untuk menyetarakan kemampuan terbang sesuai dengan standar yang berlaku.

Memahami Tentang Turbulensi Pesawat

Turbulensi Pesawat1Membahas tentang sebuah karir, pilot merupakan salah satu profesi yang patut dibanggakan. Penghasilan yang mencapai puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya dan jenjang karir yang menjanjikan menjadi pandangan betapa menggiurkan profesi ini. Namun, yang namanya profesi tentu memiliki resiko termasuk pilot. Secara garis besar, konsekuensi tak terduga dari profesi pilot tidak hanya berada pada ikatan pekerjaan yang membuat pilot terpisah jarak dan waktu dari keluarga, tetapi utamanya juga beresiko terhadap kesehatan dan keselamatan pilot. Pilot kerap mengalami masalah terhadap penerbangannya, salah satunya turbulensi pesawat. Turbulensi pesawat adalah keadaan di mana terjadi guncangan akibat perubahan aliran udara yang tidak stabil (angin dan badai) terutama saat melewati pengunungan. Turbulensi sangat umum terjadi dan bukan hal asing bagi seorang pilot. Untuk memahami tentang turbulensi pesawat lebih dekat, berikut uraian yang bisa Anda simak:

Turbulensi membuat pilot harus mencari rute perjalanan yang aman

Turbulensi pesawat sudah menjadi resiko lumrah dialami oleh seorang pilot dalam penerbangannya. Dengan laporan penerbangan sebelum take off yang didapat dari badan meteorologi, klimatologi, geofisika, dan air traffic control sangat membantu pilot dalam merencanakan penerbangan yang aman dan nyaman di mana pilot dapat menentukan rute penerbangan untuk menghindari kuatnya turbulensi pesawat yang bakal terjadi. Meski turbulensi hanya sekadar goncangan, tapi bisa mengganggu kenyamanan penumpang terutama bagi orang awam yang baru naik pesawat.

Turbulensi jarang menyebabkan penumpang cedera

Turbulensi pesawat yang terjadi karena aliran angin yang tidak stabil memang tidak begitu berbahaya bagi keselamatan para penumpang dan awak kabin, seperti halnya gagal mesin atau cuaca buruk yang bahkan bisa mengancam keselamatan para penumpang. Bahkan juga jarang para penumpang dan kru pesawat mengalami cedera. Sebab, ketika akan terjadi turbulensi (yang diprediksi dari laporan rencana penerbangan), awak kabin sudah mengarahkan kepada para penumpang untuk segera menggunakan sabuk pengaman. Dengan demikian resiko cidera dapat dinetralisir. Jadi, turbulensi pesawat bukan suatu hal yang harus ditakuti seperti halnya insiden pesawat pada umumnya, hanya saja seperti melintasi gundukan tanah kalau menggunakan alat transportasi darat sehingga tidak menyebabkan penumpang mengalami cedera.

Turbulensi terbagi dalam 3 bagian

Turbulensi pesawat juga terbagi dalam tiga bagian, yaitu ringan, sedang, dan berat. Turbulensi pesawat ringan ialah kondisi di mana terjadi guncangan yang relatif kecil hanya dengan ketinggian beberapa meter saja, sedangkan turbulensi sedang waktunya berlangsung lebih lama daripada turbulensi ringan yaitu sekitar 10-15 menit dengan ketinggian 3-6 meter. Sementara turbulensi berat, ini adalah turbulensi yang paling mengkhawatirkan dibandingkan turbulensi kedua di atas, di mana ketinggian guncangan lebih parah yakni 30 meter. Namun untungnya, turbulensi berat jarang terjadi dan semoga tidak terjadi pada penerbangan-penerbangan di masa yang akan datang. Dalam hal ini, kita harus menjaga lingkungan dengan baik yakni membuat penghijauan karena salah satu hal yang menyebabkan pesawat mengalami turbulensi itu sendiri adalah pemanasan global.

Pilot-pilot yang mengantongi jam terbang tinggi tentu sangat sering mengalami turbulensi pesawat. Namun, tidak membuat mereka jera atau depresi akan penerbangan. Tentunya ini sudah menjadi konsekuensi yang harus diterima dari profesi mereka sebagai seorang pilot. Ingat, tidak ada profesi tanpa resiko. Semakin tinggi profesi yang ditekuni, maka akan semakin besar pula resiko yang bakal dihadapi. Itulah mengapa sebelum menjadi seorang pilot, para cadet dilatih dengan maksimal supaya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa meniti karir sesuai harapan.